Resensi Film The Secret

Judul Film : The Secret

Sutradara : Drew Heriot

Produser : Rhonda Bryne

Distributor : Prime Time Production

Tanggal Rilis : 26 Maret 2006

Sinopsis

The Secret yang merupakan film penguasaan diri (self-help), memakai format dokumenter untuk menjelaskan “Hukum Tarik-menarik”. Hukum ini adalah “rahasia” sesungguhnya, seperti yang tertulis di sampulnya, “has traveled through centuries to reach you” (“telah mengarungi waktu berabad-abad untuk mencapai anda”). Film ini mendokumentasikan pengalaman-pengalaman nyata dan wawancara dengan tim dari spesialis transformasi diri, pembawa pesan spiritual, ahli feng sui, serta pencipta uang (moneymaking experts). Seperti yang digambarkan dalam film, prinsip “Hukum Tarik-menarik” membuat perasaan dan pikiran seseorang menjadi nyata dalam kehidupan mereka; semesta bekerja di antara manusia dalam hubungan fisik, emosi, dan pekerjaan sehari-hari. Film ini juga memiliki anggapan bahwa orang-orang yang punya kekuasaan kuat umumnya cenderung menyembunyikan prinsip ini dari orang banyak.

Film ini diawali dengan adegan seorang wanita yang sedang mengalami masalah hidup, kalau tidak salah diperankan Rhonda Byrne sendiri. Kemudian dia menemukan sebuah buku yang mengungkapkan rahasia terbesar sepanjang jaman. Yang merupakan jawaban atas segala persoalan yang sedang dia alami. Kemudian, karena penasaran, dimulailah pencarian akan tentang the Secret itu sendiri, yang ternyata di masa lalu dikuasi oleh orang-orang yang telah memberikan sumbangan besar kepada dunia, seperti Newton, Emerson, Beethoven, Edison, Einstein, dsb. Byrne kemudian menemukan beberapa Secret Teacher masa kini, yang akan membeberkan rahasia tersebut.

Film ini mendokumentasikan para ahli dan profesional dalam bidang-bidang fisika kuantum, psikologi, metafisika, pelatihan (coaching), teologi, filosofi, keuangan, feng sui,kedokteran, dan pengembangan diri.

Para ahli yang difokuskan dalam “Hukum Tarik-menarik” dan diwawancarai dalam film, telah muncul dalam banyak program televisi Amerika Serikat yang terkenal. Diantaranya:John Assaraf, Dr. Rev. Michael Beckwith, Dr. John Demartini, Bob Proctor, Jack Canfield, James Arthur Ray, Dr. Joe Vitale, Lisa Nichols, Marie Diamond, dan Dr. John Gray. Ahli lain yang terlibat dalam film dan berbicara tentang kepercayaan kuat mereka tentang Hukum Tarik-menarik adalah Esther Hicks(original edition only), Mike Dooley, Bob Doyle, David Schirmer, dan Marci Shimoff.

Ada juga beberapa ahli lain yang menyebutkan (menyuarakan) hal yang sama namun tidak menyebutkan secara langsung tentang Hukum Tarik menarik seperti: Lee Brower,Hale Dwoskin, Cathy Goodman, Morris E. Goodman, Dr. John Hagelin, Bill Harris, Dr. Ben Johnson, Loral Langemeier, Dr. Denis Waitley, Neale Donald Walsch, dan Dr. Fred Alan Wolf. Kontroversi kekuatan dari Hukum Tarik Menarik ini terus menjadi perdebatan sepanjang waktu, ditambah lagi dengan tragedi dan kecelakaan yang terjadi dalam acararetreat seminar salah seorang guru The Secret, James Arthur Ray, pada tanggal 9 Oktober 2009 yang lalu.

Film ini juga memasukkan kata-kata kutipan (quotes) dari beberapa tokoh terkenal dalam sejarah yang diklaim film ini sebagai “guru dari The Secret”. Rhonda Byrne, yang juga sebagai narator dalam film mengatakan “I could believe all the people who knew this; they were the greatest people in history” (“Aku percaya orang-orang yang mengetahui rahasia ini; mereka adalah orang-orang besar dalam sejarah”), ia menunjukkan bahwa mereka adalah “guru-guru The Secret masa lalu.” Mereka ini termasuk: Hermes Trismegistus, Buddha, Aristotle, W. Clement Stone, Plato, Isaac Newton, Martin Luther King, Carl Jung, Victor Hugo, Henry Ford, Ralph Waldo Emerson, Thomas Edison, Albert Einstein, Robert Collier, Winston Churchill, Andrew Carnegie, Joseph Campbell, Alexander Graham Bell, dan Ludwig van Beethoven.

Dalam bidang apakah the Secret dapat diterapkan? Nyaris dalam segala bidang kehidupan. Tidak hanya dalam hal keberhasilan financial. The Secret dapat kita aplikasikan dalam kesehatan, hubungan antar manusia, dsb. Selengkapnya film ini membahas The Secret: to Money, to Relationship, to Health, to the Word, to You, bahkan to Live.

 

sumber : wikipedia, http://blog.supexteam.com/

 

Laporan penjualan mata kuliah Kewirausahaan

Nama : Fiorentina

Npm/ Kelas: 14614239 / 2SA10

Dosen : Rooshwan Budi Utomo

Mata Kuliah : Kewirausahaan

Laporan Penjualan Kewirausahaan

Kata Pengantar

Alhamdulillahirabbilalamin, berkat nikmat yang diberikan oleh Allah SWT saya dapat menyelesaikan tugas penulisan laporan penjualan ini. Tak lupa pada junjungan kita Nabi besar Nabi Muhammad SAW.

Saya mengucapkan terima kasih kepada pak Rooshwan yang telah memberikan tugas ini, dan semoga bermanfaat demi kelangsungan hidup dimasa sekarang maupun yang akan datang.Dan tak lupa terimakasih kepada kedua ornag tua saya yang telah mendukung saya.

Saya harap laporan ini tidak banyak kekurangan meskipun manusia tak luput dari kesalahan dan dosa. saya harap bapak dapat memberikan saran yang membangun demi kebaikan untuk saya dan semua orang.

Akhir kata saya ucapkan terimakasih, semoga laporan ini bermanfaat.

Tangerang, 21 April 2016

BAB I

Pendahuluan

1.1.Latar Belakang

Pakaian adalah salah satu kebutuhan manusia yang sangat penting. Pakaian dapat melindungi kita dari seluruh macam sesuatu yang membahayakan bagi tubuh kita. fungsi pakaian adalah untuk melindungi tubuh yang terpenting. Oleh karena itu, manusia harus memiliki pakaian demi kelangsungan hidupnya. Di zaman yang modern ini, pakaian juga berfungsi untuk kepentingan fashion. Jadi sekarang sudah banyak bergbagai macam model pakaian untuk pria maupun wanita. Sudah banyak pula perancang busana yang telah menuangkan ide ide kreatif nya untuk membuat suatu pakaian yang dibutuhkan orang banyak. Pakaian mudah didapatkan dimana saja. karena sudah menjadi aspek yang paling penting untuk manusia. Manusia akan merasa malu jika tidak memakai pakaian. Terutama untuk orang muslim yang selalu diwajibkan menutup aurat nya.

1.2 Tujuan dan Manfaat

Tujuan dari Laporan ini yaitu

  • Memenuhi nilai mata kuliah Kewirausahaan
  • Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berjualan dan mengembangkan usaha nya

Manfaat:

  • Melatih keberanian menghadapi konsumen
  • Melatih kemampuan berwirausaha
  • Mengahsilkan uang di waktu luang.

BAB II

Kegiatan Penjualan

2.1 Laporan penjualan

Produk yang saya jual adalah pakaian yang lebih spesifiknya adalah T-shirt atau disebut juga Kaos. Kaos yang saya jual ini harga nya terjangkau untuk para ibu-ibu rumah tangga maupun mahasiswa, dan kualitasnya pun sama seperti kaos yang dijual di department store. Berbagai macam kaos merk terkenal yang saya jual.

Modal Awal 700.000
Pembelian 2 lusin. 350.000 x 2 = 700.000
Penjualan 1 pcs = 50.000

 

12 pcs = 600.000

22 pcs = 1.100.000

Sisa 2 pcs = 100.000

 

Laba

Penjualan – modal

1.100.000 – 700.000 = 400.000

BAB III

Penutup

3.1. Kesimpulan

Konsumen akan memilih produk dengan kualitas produk yang baik. Dalam laporan ini konsumen yang menilai bahwa produk kaos yang saya jual memiliki kualitas produk yang baik dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Dari penjualan ini diketahui bahwa kualitas dari produk ini telah sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen meliputi kualitas dan harga yang terjangkau.

Konsumen akan membandingkan kualitas produk dengan produk lain sehingga konsumen dapat menentukan produk yang dipilih untuk jangka waktu yang lama.

Kemudian penilaian yang baik mengenai produk yang sesuai dengan tingkat baik atau tidaknya kualitas produk yang diberikan dengan kesesuaian harga mendorong pelanggan untuk setia terhadap produk tersebut. Harga yang wajar akan menjadi keputusan bagi konsumen untuk tetap setia pada produk tersebut. Hasil ini mendapatkan bahwa dalam banyak hal karakteristrik, harga kaos ini sudah sesuai dengan kriteria sebagaimana yang diharapkan oleh konsumen, dimana dalam hal ini konsumen atau calon konsumen akan mengharapkan harga produk yang sesuai dengan keistimewaan produk yang ada, harga yang relatif terjangkau dan harga yang sudah sesuai dengan manfaat produk.

3.2 SARAN

Penyusunan laporan ini dirasakan penulis masih membutuhkan kritik dan saran yang sifatnya konstruktif. Maka dari itu penulis berharap adanya kritik dan saran sehingga penulis akan menjadi lebih baik lagi dalam membuat laporan kegiatan berikutnya.

Tugas Ilmu Sosial Dasar

Tugas 1 : Diskriminasi

Pengertian Diskriminasi

Diskriminasi adalah suatu perlakuan yang berbeda yang dilakukan oleh seorang atau sekelompok manusia terhadap seseorang atau kelompok yang lain sehingga mengakibatkan adanya kesenjangan dalam berbagai hal antara orang yang satu dengan orang yang lain, antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain.

Diskriminasi merupakan suatu perilaku yang sangat menyimpang dan bertentangan dengan semua kaidah-kaidah yang ada didalam kehidupan di muka bumi. Baik dalam pancasila, undang-undang, prinsip-prinsip kenegaraan, bhineka tunggal ika, maupun dalam ranah hukum Islam. Diskriminasi sangat tidak dibenarkan karena akan merampas hak dan kekuasaan seorang manusia dalam berkehidupan.

Bentuk Diskriminasi

  • Diskriminasi kasar—aksi negatif terhadap objek prasangka rasial, etnis, atau agama—dan  kriminalitas berdasarkan kebencian (hate crimes)—kriminalitass yang berdasar pada prasangka rasial, etnis, dan tipe prasangka lainnya. Contoh: James Byrd seorang lelaki afro-amerika yang diseret dibelakang truk hingga meninggal oleh seorang laki-laki berkulit putih dengan prasangka tinggi.
  • Diskriminasi halusrasisme modern (rasial implicit)—rasisme berusaha menutup-nutupi prasangka di tempat umum, tetapi mengekspresikan sikap-sikap mengecam ketika hal itu aman dilakukan—dan tokenisme—contoh di mana individu menunjukkan tingkah laku positif yang menipu terhadap anggota kelompok out-groupkepada siapa mereka merasakan prasangka yang kuat. Kemudian tingkah laku tokenistic ini digunakan sebagai alasan untuk menolak melakukan aksi yang lebih menguntungkan terhadap kelompok ini. Contoh: sebuah bank yang mempekerjakan orang dari etnis tertentu, supaya tidak disangka melakukan diskriminasi juga mempekerjakan masyarakat pribumi. Namun, masyarakat pribumi ini nantinya akan dipersulit untuk kenaikan jabatan.

Penyebab Diskriminasi

Adapun penyebab adanya perilaku diskriminasi adalah didorong adanya beberapa faktor, antara lain yaitu :

  1. Adanya persaingan yang semakin ketat dalam berbagai bidang kehidupan.
  2. Adanya tekanan dan intimidasi yang biasanya dilakukan oleh kelompok yang dominan terhadap kelompok atau golongan yang lebih lemah.
  3. Ketidakberdayaan golongan miskin akan intimidasi yang mereka dapatkan membuat mereka semakin terpuruk dan menjadi korban diskriminasi.

Ketiga faktor tersebut adalah penyebab mengapa diskriminasi selalu ada dan semakin menjadikan masyarakat yang terdiskriminasi menjadi terpuruk kedalam jurang diskriminasi.

Banyak bentuk ataupun macam dari perilaku diskriminasi, antara lain adalah diskriminasi ras, etnis, agama, polotik, dan lain sebagainya. Semuanya memiliki ciri dan katrakterstik yang berbeda. Salah satunya adalah diskriminasi berdasarkan ras.

Diskriminasi ras adalah setiap pembedaan, pengecualian, pembatasan atau pilihan berdasarkan ras, warna kulit, keturunan atau asal-usul etnik atau kebangsaan, yang mempunyai tujuan atau berakibat pada mengurangi pengakuan, perolehan atau pelaksanaan HAM dan kebebasan dasar, dalam suatu kesederajatan, dibidang politik, ekonomi sosial, budaya atau bidang-bidang kehidupan masyarakat lainya.

Identitas keberagaman di Indonesia terus diuji dengan beragam tindakan diskriminasi. Selama 14 tahun setelah reformasi, setidaknya ada 2.398 kasus kekerasan dan diskriminasi yang terjadi di Indonesia. Yayasan Denny JA mencatat, dari jumlah itu paling banyak kekerasan terjadi karena berlatar agama/paham agama sebanyak 65 persen. Sisanya, secara berturut-turut adalah kekerasan etnis (20 persen), kekerasan jender (15 persen), dan kekerasan orientasi seksual (5 persen). Konflik Maluku menjadi konflik kekerasan dengan latar agama yang telah menelan korban terbanyak, yakni 8.000-9.000 orang meninggal dunia, dan telah menyebabkan kerugian materi 29.000 rumah terbakar, 45 masjid, 47 gereja, 719 toko, 38 gedung pemerintahan, dan 4 bank hancur. Rentang konflik yang terjadi juga yang paling lama, yakni sampai 4 tahun. Sementara konflik Sampit yang berlatar belakang etnis, yakni antara Dayak dan Madura, telah menyebabkan 469 orang meninggal dunia dan 108.000 orang mengungsi. Rentang konfliknya pun mencapai 10 hari. Konflik kerusuhan di Jakarta yang terjadi pada 13-15 Mei 1998 juga tidak kalah hebatnya. Konflik ini menelan korban 1.217 orang meninggal dunia, 85 orang diperkosa, dan 70.000 pengungsi. Meski hanya berlangsung tiga hari, kerugian materi yang ditimbulkan mencapai sekitar Rp 2,5 triliun. Konflik Ahmadiyah di Transito Mataram telah menyebabkan 9 orang meninggal dunia, 8 orang luka-luka, 9 orang gangguan jiwa, 379 terusir, 9 orang dipaksa cerai, 3 orang keguguran, 61 orang putus sekolah, 45 orang dipersulit KTP, dan 322 orang dipaksa keluar Ahmadiyah. Meski tidak menimbulkan korban jiwa yang besar, konflik ini mendapat sorotan media cukup kuat dan rentang peristiwa pascakonflik selama 8 tahun yang tak jelas bagi nasib para pengungsi. Konflik kekerasan yang terjadi di Lampung Selatan telah menimbulkan korban 14 orang meninggal dunia dan 1.700 pengungsi.

Ada suatu peristiwa dimana pada saat itu terjadi diskriminasi berdasarkan ras. Ada seseorang yang memliki warna kulit agak sedikit hitam. Dalam pergaulanya sehari-hari dia sering dikucilkan, juga sering ditinggalkan oleh teman-temanya yang memiliki warna kulit lebih putih daripada dia. Hal tersebut menunjukkan bahwa diskrimansi yang berbau rasial sangat sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan sudah menjadi patologi sosial. Banyak masyarakat yang kurang peduli akan hal itu. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya peranan pemerintah dalam menetapkan kebijakan-kebijakan yang pas dan sesuai dengan keadaan yang demikian. Seluruh elemen masyarakat disini juga sangat diperlukan perananya, baik dalam hal pencegahan (preventif), represif, maupun dalam hal pengawasan (controling).

Dampak Diskriminasi

Dampak negatif:

Diskriminasi mempunyai dampak negatif. Antara lain :

  • Adanya kesenjangan sosial
  • Tidak adanya rasa saling menghargai
  • Berkurangnya rasa nasionalisme
  • Tidak adanya tenggang rasa
  • Tidak adanya rasa toleransi
  • Masyarakat tingkat atas menganggap bahwa diskriminasi adalah sesuatu yang wajar, sehingga mereka cenderung mengulangi hal tersebut secara terus menerus.

Dampak positif :

Selain mempunyai dampak negatif diskriminasi juga mempunyai dampak positif. Dampak positif ini memang agak lebih kurang dirasakan oleh masyarakat kebanyakan. Walaupun banyak masyarakat menganggap secara keseluruhan diskriminasi adalah negatif tetapi pada kenyataannya diskriminasi mempunyai dampak positifnya juga. Antara lain :

  • Memudahkan masyarakat dalam berinteraksi dengan kelas sosialnya
  • Menumbuhkan rasa sadar diri dimana kelas sosial mereka berada sehingga mereka mengetahui status dan perannya dalam suatu organisasi masyarakat.
  • Pengkategorian ini dapat menimbulkan dan dapat memotivasi masyarakat kelas bawah untuk berusaha naik ke kelas social yang lebih tinggi.

Cara Untuk Mengatasi Diskriminasi :

  1. Belajar tidak membenci, karna dapat membahayakan diri sendiri bahkan orang lain.
  2. Mencoba berinteraksi dengan kelompok lain yang berbeda.
  3. Mengkaji ulang antara “kita” dan “mereka”. Pengkategorian ulang ini akan menimbulkan pandangan yang berbeda dengan sebelumnya.
  4. Pelajaran multiculturalisme harus dimasukkan kedalam pendidikan nasional dan dimulai sejak kecil.

Tugas 2 : Perkembangan teknologi bidang Sastra

Seiring perkembangan jaman dan teknologi, muncul berbagai macam media penyampaian bahasa.  Sastra adalah contoh salah satu ‘bahasa’ yang  di dalamnya terkandung  suatu seni dan budaya.  Bila pada jaman dulu, sastra disampaikan Hanya secara lisan, maka pada perkembangannya sastra mulai dituangkan secara tertulis, dan karena kemajuan teknologi saat ini perkembangan sastra masing-masing budaya dapat diketahui dan diakses siapa saja.
Salah satu contoh perkembangan sastra akibat perkembangan zaman dan teknologi dapat dilihat di salah satu media sosial yang terkenal yaitu twitter. twitter merupakan situs mikroblogging dimana penggunanya dapat menuliskan sesuatu yang terbatas dalam 140 karakter huruf. Di sini, saya menemukan satu akun bernama fiksimini (@fiksimini) yang memuat suatu cerita yang tertulis tidak lebih dari 140 karakter. fiksimini memuat ulang tulisan yang cukup baik dari para pengikut akunnya, agar dapat dilihat oleh pengikut akun yang lainnya.
Kemunculan salah satu bentuk sastra ini tidak terlepas dari  peran manusia itu sendiri sebagai subjeknya. Perkembangan teknologi merupakan tuntutan perkembangan budaya manusia. Munculnya televisi, komputer, terlebih lagi internet, benar-benar membawa kehidupan manusia ke suatu tahap yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Membicarakan mengenai dampak internet,pasti akan muncul berbagai jawaban pro dan kontra terhadap hal ini,tergantung darimana kita memandang dan menggunakan internet itu sendiri. Tapi tidak dipungkiri, adanya internet dapat merubah suatu budaya seseorang,sekelompok orang di suatu lingkungan masayarakat,  bahkan di suatu negara. Hal inilah yang perlu dipahami bagi semua mahasiswa yang belajar dalam bidang teknologi informasi.  Komputer,internet,dan televisi hanyalah sarana semata.  Tapi pemahaman akan budaya,terutama budaya bangsa sendiri sangat penting sehingga nantinya kita tidak akan terpengaruh. Manusia yang mengendalikan media,bukan kita yang dikendalikan media.Karena kitalah pencipta dari media tersebut.

 

Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2012/12/23/15154962/Lima.Kasus.Diskriminasi.Terburuk.Pascareformasi

http://habibwakit.blogspot.co.id/2013/11/diskriminasi-rasial.html

http://wasisyuda.blogspot.co.id/2014/08/diskriminasi.html

https://annisaavianti.wordpress.com/2010/07/27/prasangka-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya/

http://room1028.blogspot.co.id/2012/03/sastra-dalam-perkembangan-budaya-dan.html

 

Mayarakat Kota dan Masyarakat Desa (Tugas ISD)

‘Kesenjangan Masyarakat Desa dan Kota’

Sekarang ini pembangunan di negara maju dan berkembang, pembangunan di arahkan supaya merata.Namun kenyataannya Pembangunan yang di terapkan di negara kita, Indonesia kurang berhasil. Disamping berbagai prestasi atau kemajuan yang berhasil diraih, terlihat pula sejumlah potret kehidupan yang memperburuk citra pembangunan. Semakin panjangnya barisan kemiskinan, meningkatnya pengangguran, beban hutang luar negeri yang semakin menggila, dan berbagai ketimpangan yang tidak dapat dipisahkan dan dihindarkan dari pembangunan itu sendiri. Manfaat pembangunan lebih dirasakan oleh kelompok masyarakat lapisan atas, sehingga jurang kesenjangan sosial dan ekonomi semakin menganga pula.

Krisis moneter 1997 turut berperan adil bagi kelangsungan Perekonomian Indonesia,sementara lonjakan harga terus meninggi dan kemampuan daya tidak meningkat. Hal ini di sebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya adalah tingkat daya beli masyarakat desa lebih rendah, karena di sejumlah daerah harga sembako ada yang sangat mahal. Misalnya saja di papua, mereka untuk membeli beras saja susah karena harga nya yang mahal dan penghasilan mereka tidak seberapa. Sungguh ironis memang. Lalu pendidikan yang tidak merata, banyak anak anak di pedalaman yang tidak mampu sekolah bahkan harus menempuh jarak yang jauh dengan jalan kaki untuk bisa bersekolah. Pelayanan yang tidak sama antara desa dan kota misalnya saja kesehatan. Karena keterbatasan transportasi,sarana dan prasarana desa lebih rendah daripada kota, serta minimnya pula lapangan pekerjaan di Indonesia, membuat masyarakat Cendekiawan desa memilih untuk tinggal dan hidup di desa karena kenyamanananya, walaupun demikian banyak sekali orang-orang dari daerah pergi ke Jakarta tanpa bekal pendidikan apapun, semakin tahun kota jakarta misalnya, menjadi semakin sesak karenanaya. Kesenjanagn dilihat pula dari perbedaan pendapan perkapita diperkotaan dan dipedesaan. Struktur kegiatan ekonomi sektoral yang menjadi dasar kegiatan produksi rumah tangga atau masyarakat, khususnya pada sektor-sektor ekonomi yang menjadi basis ekspor dengan orientasi pasar dalam negeri (domestik). Potensi regional (SDA, SDM, Dana, Lingkungan dan infrastruktur) yang mempengaruhi perkembangan struktur kegiatan produksi. Pada daerah-daerah yang beruntung memiliki sumberdaya berbasis ekspor, maka daerah-daerah ini secara relatif lebih makmur dibandingkan dengan daerah-daerah yang tidak memiliki sumber daya yang dapat dipasarkan keluar, dan kondisi kelembagaan yang membentuk jaringan kerja produksi dan pemasaran pada skala lokal, regional dan global. Adanya kerangka kelembagaan yang kokoh akan sangat mempengaruhi posisi tawar-menawar dengan pihak pemasok maupun pihak pembeli (Bintoro, 2002).

Kondisi ekonomi Indonesia yang diarahkan pada pertumbuhan memperparah kesenjangan antara desa dan kota. Semua modal usaha di segala sektor ditanam diperkotaan karena cenderung memiliki pertumbuhan yang cepat. Ekonomi desa tidak mengalami perubahan yang proporsional dari arus komoditas primer dari perdesaan. Dalam konteks demikian, wajar apabila terjadi pengurasan sumber daya (backwash effect) oleh kota terhadap desa secara sistematis dan kota hanya mengambil keuntungan dari jasa distribusi semata, sehingga seringkali terjadi kebocoran wilayah (regional leakages) yang merugikan pertumbuhan ekonomi daerah itu sendiri. Inilah penyebab utama kesenjangan masyarakat Indonesia secara umum di karenakan faktor ekonomi, dan pendidikan. Pola pendidikan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Cara mengatasi kesenjangan masyarakat desa dan kota adalah pemerintah harus meningkatkan sistem keadilan di Indonesia dengan cara meratakan pembangunan antara desa dan kota. Lalu pemerintah harus menghukum berat pelaku KKN, hingga bangsa Indonesia bisa makmur. Dengan ada banyaknya pihak yang melakukan korupsi, itu berdampak kepada masyarakat karena duit mereka telah dimakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk kepentingan mereka sendiri tanpa memikirkan masyarakat yang masih berada di garis kemiskinan. Membenahi pembangunan yang ada di desa. Jangan hanya meningkatkan pembangunan di kota saja, membangun gedung gedung besar tetapi masyarakat desa rumah pun masih banyak yang dari gubuk bahkan tidak punya rumah. Semoga pemerintahan yang baru bisa meminimalisir kesenjangan antara masyarakat desa dan kota. Kita berharap semoga Indonesia menjadi bangsa yang semakin maju dan makmur. Aamiinn…

http://muslimah-isbd.blogspot.co.id/2010/10/kesenjangan-masyarakat-desa-dan-kota.html

Pelapisan Sosial (Tugas ISD)

Pengertian Pelapisan Sosial

Pelapisan maksudnya adalah keadaan yang berlapis-lapis atau bertingkat-tingkat. Istilah pelapisan diambil dari kata stratifikasi. Istilah stratifikasi berasal dari kata stratum (jamaknya adalah strata, yang berarti lapisan). Pitirim A sorokin mengatakan bahwa pelapisan sosial adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarchies). Perwujudan dari gejala stratifikasi sosial adalah adanya tingkatan tinggi dan rendah. Dasar dan inti lapisan-lapisan didalam masyarakat adalah karena tidak adanya keseimbangan dalam pembagian hak, kewajiban dan tanggung jawab, serta dalam pembagian nilai-nilai sosial an pengaruhnya diantara anggota masyarakat.

Di dalam suatu masyarakat, pasti ada sesuatu yang paling dihargai oleh masyarakat. Bagi masyarakat agraris, tanah adalah sesuatu yang paling dihargai; bagi masyarakat industri, uang adalah sesuatu yang paling dihargai. Pada masyarakat kota, pendidikan dapat merupakan hal yang paling dihargai. Sumber-sumber seperti uang,tanah, pendidikan akan menyebabkan adanya pelapisan. Jadi mereka yang memiliki uang, tanah ataupun berpendidikan tinggi akan menempati lapisan atas suatu masyarakat. Golongan lapisan tertinggi dalam suatu masyarakat tertentu, dalam istilah sehari-hari juga dinamakan “elite”. Dengan demikian pelapisan berarti bahwa dalam masyarakat ada sejumlah kelompok masyarakat yang mempunyai posisi berbeda-beda dalam tata tertib sosial masyarakat, dimana golongan-golongan itu mendapat atau menikmati hak-hak tertentu.

Terjadinya pelapisan sosial

  1. Terjadi dengan sendirinya.

Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena sifatnya yang tanpa disengaja inilah maka bentuk pelapisan dan dasar dari pada pelaisan ini bervariasi menurut tempat, waktu dan kebudayaan masyarakat dimanapun sistem itu berlaku. Pada pelapisan yang terjadi dengan sendirinya, maka kedudukan seseorang pada suatu strata tertentu adalah secara otomatis, misalnya karena usia tua, karena pemilikan kepandaian yang lebih, atau kerabat pembuka tanah, seseorang yang memiliki bakat seni, atau sakti.

  1. Terjadi dengan disengaja.

Sistem pelapisan ini disusun dengan sengaja ditujuan untuk mengejar tujuan bersama. Didalam pelapisan ini ditentukan secar jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang. Dengan adanya pembagian yang jelas dalam hal wewenang dan kekuasaan ini, maka didalam organisasi itu terdapat peraturan sehingga jelas bagi setiap orang yang ditempat mana letakknya kekuasaan dan wewenang yang dimiliki dan dalam organisasi baik secar vertikal maupun horizontal. Sistem ini dapat kita lihat misalnya didalam organisasi pemerintahan, organisasi politik, di perusahaan besar. Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara ini mengandung dua sistem ialah :

sistem fungsional ; merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat, misalnya saja didalam organisasi perkantoran ada kerja sama antara kepala seksi, dan lain-lain.

sistem scalar : merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas (vertikal).

Pembagian sistem Pelapisan Menurut Sifatnya

Menurut sifatnya maka sistem pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi :

  1. Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup

Didalam sistem ini perpindahan anggota masyarakat ke pelapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal yang istimewa. Didalam sistem yang demikian itu satu-satunya jalan untuk dapat masuk menjadi anggota dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran. Sistem pelapisan tertutup kita temui misalnya di India yang masyaraktnya mengenal sistem kasta.

  1. Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka

Didalam sistem ini setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh ke pelapisan yang ada dibawahnya atau naik ke pelapisan yang di atasnya. Sistem yang demikian dapat kita temukan misalnya didalam masyarakat Indonesia sekarang ini. Setiap orang diberi kesempatan untuk menduduki segala jabatan bisa ada kesempatan dan kemampuan untuk itu. Tetapi di samping itu orang juga dapat turun dari jabatannya bila ia tidak mampu mempertahankannya. Status (kedudkan) yang diperoleh berdasarkan atas usaha sendiri diebut “achieved status”.

  1. Sistem pelapisan masyarakat campuran.

Sistem ini diartikan sebagai sistem yang membatasi kemungkinan berpindah strata pada bidang tertentu, tetapi membiarkan untuk melakukan perpindahan lapisan pada bidang lain. Contoh : seorang Raden yang mempunyai kedudukan terhormat di tanah Jawa, namun karna sesuatu hal ia pindah ke Jakarta dan menjadi buruh. Keadaan itu menjadikannya memiliki kedudukan rendah maka ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta.

Contoh Negara/Daerah yang Menggunakan Sistem Pelapisan Sosial

Di Indonesia tepatnya di Bali, menganut sistem pelapisan sosial. Di Bali menganut sistem pelapisan sosial yang tertutup, seseorang yang sudah menempati kasta tertentu sangat sulit, bahkan tidak bisa pindah ke kasta yang lain. Seorang anggota kasta teratas sangat sulit untuk pindah ke kasta yang ada di bawahnya, kecuali ada pelanggaran berat yang dilakukan oleh anggota tersebut. kasta yang dianut di Bali kasta tertinggi adalah Brahmana, lalu Ksatria, Waisya , dan Sudra adalah yang terendah.

India juga merupakan negara yang menganut sistem stratifikasi sosial. Adapun di India sistem kasta nya bersifat tertutup dengan ciri ciri sebagai berikut :

  1. Keanggotaan pada kasta diperoleh karena warisan/kelahiran. Anak yang lahir memperoleh kedudukan karena orang tuanya.
  2. Keanggotaan yang diwariskan tadi berlaku seumur hidup oleh karena seseorang tak mungkin mengubah kedudukannya kecuali bila dikeluarkan dari kastanya.
  3. Perkawinan bersifat endogamy artinya harus dipilih dari orang yang sekasta.
  4. Hubungan dengan kelompok-kelompok sosial lainnya bersifat terbatas.
  5. Kesadaran pada keanggotaan suatu kasta yang tertentu, terutama nyata dari nama kasta, identifikasi anggota pada kastanya, penyesuaian diri yang ketat terhadap norma-norma kasta dan lain sebagainya.
  6. Kasta diikat oleh kedudukan-kedudukan yang secara tradisional telah ditetapkan.
  7. Prestise suatu kasta benar-benar diperhatikan.

Sumber : Ilmu Sosial Dasar, http://dzakibelajar.blogspot.co.id/2015/06/sifat-sistem-stratifikasi-sosial-di.html.

Tugas ISD tentang HUKUM

Pengertian, Unsur dan Tujuan Hukum

Beberapa pakar hukum menyatakan definisi hukum sulit dibuat. Menurut Prof. L.J. van Apeldoorn definisi hukum sangat sulit untuk dibuat, karena tidak mungkin untuk mengadakannya yang sesuai dengan kenyataan. Demikian pula menurut Immanuel Kant, masih juga para sarjana hukum caricari suatu definisi tentang hukum (Noch suchen die Juristen eine Definition zuihran Begriffe von Recht). Secara umum definisi hukum adalah keseluruhan jumlah peraturan atau ketentuan yang mengatur tingkah laku manusia di dalam masyarakat, yang sifatnya mengikat dan dipertahankan oleh negara. Jadi, hukum itu mengatur tingkah laku dan perbuatan manusia. Akan tetapi, hukum tidak dapat mengatur pendirian, pandangan, pikiran, niat, maksud, cita-cita, dan sebagainya. Mengikat dalam definisi berarti, setiap orang yang terkena oleh aturan hukum diwajibkan menaatinya. Bila mengabaikannya, maka akan dipaksa untuk menaatinya ataupun dikenakan pidana. Sedangkan hukum dipertahankan oleh negara, artinya hanya negara yang bisa menjatuhkan pidana atau sanksi bagi orang yang telah melanggar ketentuan hukum.

Dari pengertian hukum tersebut dapat disimpulkan beberapa unsur hukum yaitu: a. Peraturan tentang tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat. b. Peraturan itu dibuat oleh badan-badan resmi. c. Peraturan itu bersifat memaksa. d. Sanksi terhadap pelanggaran peraturan bersifat tegas. Keberadaan hukum dalam pergaulan hidup masyarakat memiliki arti penting antara lain untuk menjamin keseimbangan hubungan antar anggota masyarakat dan beberapa kepentingan yang beragam. Hukum bertujuan menciptakan ketentraman, ketertiban, keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat.

Hukum Bentuknya        : Tertulis dan Tidak tertulis

Sifatnya                        : Mengatur dan Memaksa

Isinya                            : Hukum Publik dan Hukum Privat

Ciri hukum :

  1. Adanya perintah/larangan,
  2. Memaksa & mengikat

penggolongan hukum

menurut sumbernya :

  1. Hukum UU : Hukum yang tercantum dalam peraturan perundang-undangan.
  2. Hukum adat & kebiasaan : Hukum yang diambil dari peraturan adat & kebiasaa.
  3. Hukum Yurisprudensi : Hukum yang terbentuk dari putusan pengadilan
  4. Hukum traktat : Hukum yang ditetapkan oleh negara peserta perjanjian internasional.
  5. Hukum doktrin : Hukum yang berasal dari pendapat para ahli hukum

menurut bentuknya :

  1. Hukum tertulis : Hukum yang dapat ditemui dalam bentuk tertulis.
  2. Hukum tidak tertulis : Hukum yang masih dalam keyakinan & kenyataan di dalam masyarakat.

menurut isinya:

  1. Hukum publik : Hukum yang mengatur hubungan antara warga negara dan menyangkut kepentingan umum/publik.
  2. Hukum privat : Hukum yang mengatur hubungan antar individu dan bersifat pribadi.

menurut tempat berlakunya:

  1. Hukum nasional : Hukum yang berlaku dalam suatu negara.
  2. Hukum internasional : Hukum yang mengatur hubungan antara 2 negara/lebih.
  3. Hukum asing : Hukum yang berlaku dalam negara lain.
  4. Hukum gereja : Kaidah yang ditetapkan gereja untuk para anggotanya.

menurut masa berlakunya:

  1. Hukum positif (Ius Constitutum) : Hukum yang berlaku saat ini
  2. Hukum yang akan datang (Ius Constituendum) : Hukum yang dicita-citakan, direncanakan akan berlaku pada masa yang akan datang.
  3. Hukum universal : Hukum yang berlaku tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Berlaku sepanjang masa, di manapun, dan terhadap siapapun.

menurut cara mempertahankannya:

  1. Hukum material : Hukum yang mengatur tentang isi hubungan antarsesama anggota masyarakat, antar anggota masyarakat dengan penguasa negara, antar masyarakat dengan penguasa negara.
  2. Hukum formal : Hukum yang mengatur bagaimana cara penguasa mempertahankan dan menegakan serta melaksanakan kaidah-kaidah hukum material dan bagaimana cara menuntutnya apabila hak seseorang telah dilanggar oleh orang lain.

Sumber : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 1 SMP dan MTs Kelas VII dan PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN kelas X.

Tugas Ilmu Sosial Dasar

Pengertian Individu

Individu adalah seorang manusia yang diciptakan oleh Allah SWT dan memiliki kepribadian dan pola tingkah laku pada dirinya serta memiliki pernanan khas dalam lingkungan sosialnya.

Pengertian Pertumbuhan

Pertumbuhan adalah proses perubahan manusia secara perlahan dalam mengenal sesuatu yang awal lalu mengenal secara keseluruhan.

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu:

  1. Pendirian Nativistik maksudnya pertumbuhan setiap individu dipengaruhi faktor dari orang tuanya.
  2. Pendirian Empiristik dan Environmentalistik bahwa pertumbuhan setiap individeu adalah tergantung dari lingkungan sekitarnya. Pendirian ini bertolak belakang dengan pendirian nativistik.
  3. Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme maksudnya pertumbuhan berdasarkan bakat dan sedikit modifikasi.
  4. Tahap pertumbuhan individu berdasar psikologi.
  5. Masa vital dari umur 0.0 sampai 2.0 tahun, pada masa ini individu menggunakan fungsi fungsi biologis nya untuk mengenali sesuatu misalnya memasukan sesuatu kedalam mulutnya karna mulut merupakan alat utama untuk melakukan eksplorasi.
  6. Masa estetik dari umur 2.0 sampai kira kira 7.0 tahun, masa ini adalah masa pertumbuhan rasa keindahan dan memiliki kehendak yang tidak dapat di tahan. Misalnya dengan sengaja melanggar suatu aturan atau melawan kehendak orang tuanya.
  7. Masa Intelektual dari umur 7.0 sampai kira kira 14.0 tahun, individu sudah matang untuk di didik daripada masa-masa sebelumnya.
  8. Masa sosial dari umur 14.0 sampai kira kira 20.0 tahun, masa ini mempunyai sifat khas dan banyak menjadi perhatian masyarakat

Pengertian keluarga

Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang biasanya terdiri dari seorang kepala keluarga atau yang biasa disebut Ayah, seorang Ibu dan beberapa anak anaknya.

Fungsi keluarga:

  1. Fungsi Biologis = fungsi ini dapat membantu sang anak dalam keluarga yang mendapatkan pendidikan tentang sex atau persiapan tentang perkawinan yang di ajarkan oleh orang tua nya.
  2. Fungsi pemeliharaan = fungi ini mewajibkan untuk memelihara setiap anggota dalam keluarga dari berbagai macam gangguan.
  3. Fungsi ekonomi = berusaha memenuhi seluruh kebutuhan pokok.
  4. Fungsi keagamaan = individu berusaha mendalami apa yang diyakini nya dan mengamalkan ajaran ajaran agama dalam menjadi manusia yang taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  5. Fungsi sosial = orang tua mewariskan kebudayaan yang telah dimiliki seperti sopan santun, bahasa, baik buruknya sesuatu dan cara bertingkah laku.

Pengertian masyarakat

Masyarakat adalah sekelompok manusia yang saling bersosialisasi dan sudah mempunyai adat istiadat, norma dan nilai yang harus ditaati dalam lingkungan nya.

Hubungan antara individu, keluarga, dan masyarakat

Makna individu adalah mahluk yang tidak dapat di pisahkan jiwa dan raganya. Keluarga merupakn kelompok primer yang paling penting dalam masyarakat. Masyarakat adalah kesatuan individu. Masyarakat dibentuk oleh individu- individu yang beradab dan dalam keadaan sadar. Didalam masyarakat terdapat kelompok kelompok kecil yaitu keluarga dan didalam keluarga terdiri dari beberapa individu itu sebabnya individu, keluarga, dan masyarakat saling berhubungan.

sumber : ebook MKDU e learning gunadarma